Membangun Email Server Bagian Pertama

Membangun email server bukanlah hal yang mudah tapi bukan pula hal yang sulit. Pekerjaan tersebut menurut saya harus didukung dengan pemahaman dan penguasaan kita terhadap aplikasi dan beberapa konsep yang berkaitan dengan email server itu sendiri, seperti pemahaman seputaran protokol email dan jaringan. Hal tersebut supaya kita bisa memiliki analisa yang lebih akurat dalam melakukan proses pekerjaan tersebut.  Dibawah ini adalah hal apa saja yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan secara tahapannya.

1.  Aplikasi email server apa yang akan digunakan ( Lotus Domino, Microsoft Exchange, Mdaemon, Zimbra Server atau aplikasi open source lainnya.

2. Apakah sudah memiliki domain sendiri ? apabila belum segeralah melakukan pendaftaran di provider hosting yang ada.

3. Apabila sudah, periksa setingan MX Recordnya sudah benar apa belum ?

4. Dimana Server akan ditempatkan ? ( Dikantor sendiri apa Collocation Server) ?, Apakah server anda ditempatkan didepan Firewall / Dibelakang Firewall ?

5. Jangan lupa sebelum melakukan upgrade check IP Publik yang anda miliki, apakah terlisted sebagai Black list address ?

6. Saya lagi mikir, apa lagi yah yang belum dimasukan :-D



Ok sekarang kita bahas satu persatu point diatas.

1 Disaat kita berencana akan membangun email server, pentinglah bagi kita untuk memikirkan aplikasi apa yang akan digunakan, karena ini berkaitan dengan anggaran, konfigurasi teknis dan spesifikasi detail hardware yang kedepannya harus disediakan, dan feature apa saja yang akan dimanfaatkan dari aplikasi tersebut. Jangan sampai aplikasi yang kita beli over spek, artinya banyak fitur yang tidak digunakan, alias buang-buang budget. Saya berikan contoh disini seperti halnya Email server Lotus Domino. Lotus Domino Server menurut saya adalah email server yang memiliki fitur paling tinggi dibandingkan email server  yang lain, kelebihannya yang saya pernah bandingkan adalah, adanya feature aplikasi data base yang terintegrasi dengan email servernya itu sendiri. Sementara untuk fitur messaging, beberapa email server yang ada tidak begitu jauh secara fungsi, hanya masalah interfaces saja menurut saya, dan harga dari lisensinya.

2. Biasanya domain sudah terdaftar, kita hanya meneruskan saja / upgrade aplikasi emailnya. Tapi bagi anda yang sedang berencana membangun dari awal, pendaftaran dan konfigurasi domain adalah tahap yang harus benar-bernar diperhitungkan, karena disinilah menurut saya Mail Junction ( persimpangan traffic email ) terjadi. Untuk melakukan pembelian domain, pertimbangkan pula server locationnya, ada di Indonesia apa di luar Indonesia, karena ini akan mempengaruhi kecepatan transaksi email masuk dan keluar. Biasanya dalam proses pendaftaran ini saya rincikan kedalam sub point dibawah ini.

Beli Domain di server Indonesia ( Ini yang saya lakukan, Lokasi dipertimbankan )
Konfigurasi MX Record. ( How to…? nanti saya akan buatkan artikelnya secara terpisah )
3. Ketika MX Record yang kita konfigurasi sudah benar, maka ketika kita melakukan pengecekan MX Record misalnya saya mengecek domain email syafari.com di http://mxtoolbox.com maka seharusnya sudah ada balasannya seperti screenshoot dibawah ini.



Artinya MxRecord yang saya konfigurasi sudah benar, tapi jangan lupa untuk membuat cadangan Mx Record apabila Mx Record yang pertama gagal maka Cadangan Mx Record berikutnya bisa meneruskan email  ke server kita, dengan priority number yang lebih rendah. kebetulan saya sendiri diatas belum membuatkan cadangannya, karena ini untuk uji coba saja.

Langkah selanjutnya adalah memikirkan dimana server akan ditempatkan.

4. Penempatan lokasi server akan menentukan kita untuk mengambil tindakan apa saja yang harus dipertimbangkan, dalam bab ini saya akan membahas penempatan server di Data Centre milik sendiri alias dikantor. Apabila kita berencana meletakan server dikantor sendiri, pertimbangkan bahwa apakah Email server akan diletakan didepan Firewall atau dibelakangnya. Apakah akan menggunakan NAT / Port Forwarding ? , atau server hanya berfungsi sebagai POP Downloader , hal ini harus dipikirkan untuk menjaga tingkat keamanan yang ada. Saya melakukan uji coba server syafari.com ada dibelakang firewall dan router,jadi server yang saya gunakan menggunakan IP Private, alias server tidak bersentuhan langsung ke internet.

5. Jangan lupa melakukan pengecekan IP Publik yang digunakan apakah masuk kedalam black list address ? apabila iya maka ini harus dilakukan release / dibersihkan supaya email server bisa mengirimkan email ke luar.



6. Artikel ini ditulis dan dipikirkan dalam waktu yang saya sempatkan, semoga bermanfaat kawan…



Detail selanjutnya seperti cara konfigurasi dan lainnya  akan saya buatkan segera,

Tukang Nulis : R003! 4lf!4n W0eht4r [newrobix@gmail.com] ~ Tekno-Cileungsi

Penulis memiliki hobi mengutak-atik perangkat jaringan dan system infrastruktur.. dan tulas-tulis pada sebuah blog ini yang tujuannya supaya bisa menambah teman dan bertukar informasi.

:: ! ::

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Membangun Email Server Bagian Pertama"

Posting Komentar